It’s about cheetah. Predator dengan lari tercepat di dunia. Bukan hanya dalam jenis predator sebenernya, tapi juga dalam skala makhluk hidup.
Kenapa harus cheetah? Hm, yang akan gue bicarakan adalah “Africa Rules” bagi seekor cheetah betina. Menarik. Betina yang berarti perempuan. Dan kalau lo masih inget, gue juga perempuan.
Dan kenapa harus “Africa Rules”? Because they live in Africa. So this time for Africa! #np Waka waka – Shakira.
Cheetah betina memiliki siklus hidup yang sangat berat dalam sudut pandang gue, apalagi ketika ia memiliki anak yang umurnya masih dalam hitungan minggu. Ibu cheetah harus memberikan anak-anaknya makan agar anak-anaknya dapat bertahan hidup. Dan tentu aja, Ibu cheetah pun juga perlu makan. Namun di sisi lain, kelangsungan hidup anak-anak cheetah yang masih berumur minggu-an dalam keadaan sangat terancam.
Mungkin pembaca udah sering denger, kalau kehidupan rimba itu lebih kejam dibanding kehidupan manusia. Gak ada hati nurani dan peri kemanusiaan (yaiyalah. Pake dijelasin, heran.)
Predator di dunia binatang bukan Cuma cheetah. Apalagi di Afrika. Ada singa, leopard, hyena, burung-burung pemangsa dan lain-lain. Anak-anak cheetah merupakan menu makanan untuk predator-predator tsb. Dan ibu tetaplah ibu. Ibu cheetah selalu melindungi anak-anaknya dari ancaman predator lain. Pilihan sederhana namun juga sulit bagi Ibu cheetah. Apa yg sebaiknya ia pilih? Pergi berburu untuk memberi makanan untuknya dan anak-anaknya? Atau tetep tinggal untuk melindungi anak-anaknya? Nitipin anak-anaknya kepada ibu cheetah yg lain? Nope. Itu gak termasuk dalam solusi. Karena cheetah gak hidup dalam koloni. Mereka hidup dalam keluarga yg terpisah jauh satu sama lain.
Mungkin lo bertanya-tanya kemanakah si bapak cheetah? Disini gue akan bilang, kalau bapak cheetah itu
Hahahahaha. Enggak-enggak bercanda. Gue gak tau kemana perginya si bapak cheetah, karena dia gak pernah muncul dalam cerita ini. Cari info sendiri bisa kali yaa? :P
Cheetah. Pelari tercepat dalam sejarah makhluk hidup, tidak sempurna. Cheetah mudah lelah dalam berlari. Ia hanya dapat berlari cepat tidak lebih dari 15 menit. Kecepatan lari cheetah itu bisa mencapai 115 km/jam. Orang bisa mati kalau kecepatan larinya mencapai angka segitu. Jadi wajar, kalau cheetah mudah lelah dalam berlari. Dan ada satu kelemahan lagi. Ketika berlari, pandangan cheetah menjadi kabur. Bak manusia yg matanya minus. Ini semua masuk akal kalau pembaca mengerti analogi seekor cheetah. Tapi sorry mas bro dan mbak sist, gue gak gitu familiar sm ilmu biologi dan sejenisnya.
Ketika berburu, seekor ibu cheetah membutuhkan banyak energi. Oleh karena itu, ibu cheetah selalu berburu sebelum merasa lapar. Tapi hidup rimba itu keras, bro! gak jarang perburuan sang ibu gak berjalan mulus. Jadi ia harus melakukan perburuan kedua, ketiga dan seterusnya untuk 1 kali makan. Ini keadaan yg sangat tidak baik bagi ibu cheetah di seluruh dunia. Energi terus keluar tanpa ada yg masuk. Bad… So bad, ma’man!
Dan ketika energy ibu cheetah sudah tidak tersisa, ia tidak akan bisa berburu lagi yg artinya tidak akan ada makanan. Tidak ada makanan berarti lapar. Lapar berkepanjangan menyebabkan kematian. Lagi dan lagi gue informasikan, kalau cheetah itu gak hidup dalam koloni dan punya suami kayak bang toyib. Jadi gak ada yg bantuin ibu cheetah untuk nyari makan dan jagain anaknya. Kedua tugas tsb harus dia lakukan seorang diri, gak menutup kemungkinan, harus pada saat yg bersamaan.
Kayak kebanyakan di film kartun action anak, setiap jagoan ataupun penjahat pasti punya senjata andalan. Seperti goku dgn kame kamehanya, naruto dengan… apa ya jurus andalannya naruto? -_-‘
Yaa pokoknya kayak gitulah.
Cheetah juga punya senjata andalan. Yang bisa gue jelasin, ada 3 macam.
Pertama, cakar embun. Wiiiih! Lawas gak tuh nama senjatanye? “Cakar Embun” ibarat senjata2 Angling Dharma gitu gak sih lo dengernya? Kalau kuping gue sih nangkepnya lawas. Cakar embun ini ada di 2 kaki depan cheetah. Satu kaki punya satu cakar embun yg panjangnya Cuma 2,5 cm tapi super tajam. Padahal gak pernah di asah pake batu apung. Mother of Cheetah!
Cakar ini tajam karena gak pernah nyentuh tanah. Cheetah menggunakan cakar ini saat menerkam mangsanya. Cakar ini berfungsi utk merobek kulit mangsa sehingga melemahkan mangsa tersebut. Kalau udah cukup lemah, ibu cheetah langsung mengeluarkan gigitan maut persis di leher sang mangsa. Gue jadi mempertanyakan. Apakah ada hubungan antara cheetah dengan vampire/drakula?
Lanjut ke senjata andalan kedua. Tear line.
Tear line adalah garis hitam dari sudut mata hingga ke sudut mulut, yg hanya dimiliki oleh cheetah seekor. Fungsi tear line ini cuma sebagi asesoris supaya tampang cheetah menjadi lebih antagonis alias menyeramkan. Ketika ia mengaum, tear line akan membentuk raut wajah yg jauh lebih mengerikan sehingga dapat menakuti musuh.
Tapi tolong jangan disalah artikan ya, Pembaca. Gak etis kalau kita pasang tear line pas lagi naik angkutan umum atau dipakein ke tokoh2 antagonis dalam film2 spy efek seremnya lebih dapet. Itu akan salah kaprah banget. Ohya! Kalau lo perhatiin tentara2 perang, mukanya kan sering dicorat-coret tuh. Nah pasti ada coretan yg semotif sama tear line-nya cheetah. Fungsinya sama, spy wajah tentara2 itu terkesan lebih garang. Rawrrrrr!
Dan di posisi ketiga, kita punya ekor. Ekor cheetah itu penuh dengan otot, panjangnya bisa mencapai 76 cm. fungsi ekornya ini. hmmm, sebagai koordinator arah pada saat cheetah berlari. Kayak kemudi pada kapal laut gitu. Emang sih jatohnya ekornya ini bukan senjata. Tanpa ekornya, cheetah bak mobil yang gak pake stir atau perahu yg gak punya dayung. Lumpuh men, lumpuh. Kalau mau belok kanan, ekornya digerakin ke kiri. Begitu juga sebaliknya. Sayang gak ada atret (R) atau Parkir (P)…
Yup itu dia 3 senjata andalan si ibu cheetah dan semua cheetah sedunia.
Kembali ke sosok ibu cheetah yg super pahlawan.
Kalau ibu cheetah berhasil berburu, ada rintangan2 lain yg mengahadang. Pertama, gimana caranya dia bawa hasil tangkapannya ke sarangnya dimana anak-anaknya berada? Tangkepannya itu gak lebih ringan dari berat tubuh si ibu, loh. Keadaan akan bertambah sulit, kalau si ibu udah “low-bat”.
Yang kedua, ketika mangsa berhasil di lumpuhkan, seketika aja predator lain menghampiri ibu cheetah untuk merebut hasil tangkapannya. Predator2 itu kayak hyena dan burung pemangsa (lupa gue namanya apa) Dasar hewan2 pemalas! Penghianat!
Coba bayangin situasi yg dihadapi ibu cheetah berikut ini.
Energi bener2 gak tersisa abis berburu. Udah berhasil melumpuhkan mangsa, mesti harus ngebawa mangsa itu ke sarang yg jauhnya berkilo2 meter dan beratnya sama kayak beratnya sendiri. Terus masih ada predator2 lain yg pengen ambil hasil tangkepannya, padahal si ibu cheetah udah gak punya tenaga.
Bayangin keadaan itu, pembaca! Bayangin! Dan semua itu ia hadapi hanya untuk memberikan anak-anaknya makanan agar dapat bertahan hidup! This is the real Mother of God.
Mungkin lo bisa narik beberapa hal positif dari postingan gue ini. Tapi gue pengen mengklarifikasi beberapa hal negatif yg mungkin bisa juga keluar dari otak lo semua.
Ini bukan berarti figur seorang ayah itu buruk, loh ya. Hahahaha. Maaf maaf kalau gue terkesan kontra terhadap sosok seorang ayah disini. Tapi sebenernya sama sekali enggak. Next time kalau ada kesempatan dan materi, gue bakal gantian deh, mengelu-elukan sosok papa. Hahahaha. No hard feeling, Dad! :P
Oh ya! Kenapa gue bisa tau informasi-informasi ini? Beberapa waktu yg lalu gue ikut Africa Wild Trip selama 2 minggu. Kerjaan gue cuma kemah di savanah dan neliti kehidupan rimba di sana.
Hahahaha, ya enggaklah! Gue gak punya cukup duit dan waktu utk ngelakuin perjalanan sekeren itu! T_T
Gue punya tv di rumah, Alhamdulillah. Easy, gue dapet semua info ini dari benda itu.
SELAMAT MALAM, INDONESIA!
NB: kesalahan informasi bukanlah kesalahan sang penulis, tapi kesalahan siaran tv yg ditonton oleh penulis. Terima kasih.















































